Tedjabayu Sudjojono

Author

Tedjabayu Sudjojono

Indonesia

Tedjabayu Sudjojono (1942–2021) adalah penulis, penyintas tragedi politik 1965, dan mantan tahanan politik yang menghabiskan 14 tahun hidupnya dalam penahanan tanpa proses pengadilan pada masa Orde Baru. Ia merupakan putra sulung pelukis besar Indonesia, S. Sudjojono, dan Mia Bustam. Sebelum ditangkap pada usia 21 tahun, Tedjabayu merupakan mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan aktif dalam organisasi mahasiswa CGMI.

Setelah peristiwa 1965, ia dipenjara di berbagai tempat, termasuk Wirogunan, Nusakambangan, Ambarawa, dan Pulau Buru. Pengalaman panjang sebagai tahanan politik membentuk pandangannya tentang kemanusiaan, solidaritas, dan ketahanan hidup di tengah situasi yang penuh tekanan. Meski mengalami berbagai bentuk kekerasan dan pengasingan, ia dikenal sebagai pribadi yang hangat, rendah hati, dan tidak larut dalam dendam.

Kisah hidupnya kemudian dituangkan dalam buku Mutiara di Padang Ilalang: Cerita Seorang Penyintas, sebuah memoar yang merekam pengalaman para tahanan politik pasca-1965 sekaligus menjadi kesaksian penting tentang salah satu periode paling kelam dalam sejarah Indonesia. Melalui buku tersebut, Tedjabayu meninggalkan warisan berharga mengenai kemanusiaan, daya tahan, dan pentingnya menjaga ingatan sejarah.