Author
Willy Fahmi Agiska
Indonesia
Willy Fahmy Agiska adalah penyair dan penulis asal Kawali, Ciamis, Jawa Barat, yang lahir pada 28 Agustus 1992. Ia dikenal melalui puisi-puisinya yang intim, reflektif, sekaligus menyimpan nada murung, kemarahan, dan sinisme terhadap berbagai pengalaman personal maupun kehidupan sosial. Perjumpaannya dengan bahasa dan imajinasi bermula sejak masa kanak-kanak melalui dongeng-dongeng yang dituturkan ibunya dalam bahasa Sunda dan Indonesia. Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan kepenyairannya.
Willy menempuh pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Dalam perjalanan kesusastraannya, ia menerbitkan sejumlah buku puisi, di antaranya Mencatat Demam (Kentja Press, 2018), Unboxing (Buruan & Co, 2023), seperti orang mati yang hidup (Velodrom, 2025), dan Tihang (Malire x Rumah Koclak, 2025), buku puisi berbahasa Sunda yang menjadi salah satu perkembangan penting dalam karyanya. Mencatat Demam memperoleh penghargaan Buku Puisi Terbaik Anugerah Hari Puisi Indonesia 2019.
Dalam seperti orang mati yang hidup, Willy menghadirkan puisi-puisi yang berangkat dari kegelisahan, kejenuhan, keterasingan, dan hubungan manusia dengan kehidupan yang terus berjalan. Bahasa yang digunakan cenderung sederhana dan dekat dengan keseharian, tetapi menyimpan lapisan makna yang reflektif dan kadang getir. Sementara melalui Tihang, ia kembali pada bahasa Sunda sebagai bahasa ibu, dengan ekspresi yang lebih lugas, berani, dan mentah.
Selain sebagai penyair, Willy aktif sebagai editor buku, redaktur Buruan.co, serta pengelola Toko Atelir dan Penerbit Velodrom. Kiprahnya menjadikannya tidak hanya sebagai penulis, tetapi juga bagian dari ekosistem penerbitan dan sastra Indonesia kontemporer.
